Semangat Berbagi di Era Baru, Inspirasi Membantu Mereka yang Tak Mampu

semangat berbagi

Semangat berbagi jangan pernah dibiarkan pudar oleh kesibukan modernisasi dan pergerakan zaman, karena berbagi itu akan memudahkan urusan. Tentunya, memberikan kemudahan bagi yang menerima. Tak ketinggalan, pelaku yang berbagi juga niscaya memperoleh balasan kemudahan. Apalagi di era baru yang tengah kita jalani ini. Pandemi Corona membuat kehidupan banyak orang berubah dan tertekan. Namun, justru di masa-masa inilah seharusnya semangat berbagi semakin deras mengalir. Terutama bagi yang masih diberikan keberuntungan serta keberlimpahan dari Sang Maha Kuasa. Berbagi sebagai bentuk hubungan antar manusia (hablum minannas) yang penuh kepedulian dan memupuk rasa kesetiakawanan sosial terhadap sesama. Saling berbagi juga menandakan hubungan dengan Sang Pencipta (hablum minannas) dalam bentuk rasa syukur, serta ketundukan kita terhadap Allah SWT.

Semangat Berbagi Jadi Kunci Kebahagiaan dan Keberlimpahan

Kalau kamu mau dimudahkan urusannya, dilapangkan rizkinya, disehatkan badannya, dipanjangkan umur, serta diberi pahala berlipat-lipat, maka berbagilah. Orang-orang yang mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingannya, serta mencari ridho Allah dengan berbagi baik kala lapang maupun sempit, niscaya memperoleh ganjaran tak ternilai dari sisi dunia dan akhirat.

Di dunia, akan mendapatkan balasan keberlimpahan rezeki dan kebahagiaan. Dengan berbagi, maka hidup menjadi indah karena kita menikmatinya bersama-sama, tidak sendiri. Pahala di akhirat pun sudah menanti. Berbagi adalah perbuatan kebaikan terhadap orang lain, dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT :

”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan, dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri, segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”

(Q.S Ali- Imran (3) : 133-135).

Di era baru ini, tampak kepedulian banyak orang yang ingin berbagi dan memberikan bantuan guna meringankan beban mereka yang terdampak pandemi. Contohnya, seperti yang terjadi di wilayah tempatku tinggal.

Menyisihkan Bantuan Sosial

Semasa pandemi ini, berbagai wilayah Indonesia menerapkan PSBB guna memotong rantai penyebaran virus Covid-19. Termasuk di DKI Jakarta.

Penerapan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar ini membuat kegiatan masyarakat terhenti. Akibatnya, hilanglah pemasukan sebagai sumber penghidupan keluarga sehari-hari.

Guna mengatasi hal ini, baik dari pihak pemerintah provinsi (pemprov) maupun pusat menyalurkan bantuan sosial berupa sembako. Sayangnya, masih ada keluarga tidak memperoleh bantuan tersebut.

Warga pun mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah ini.

semangat berbagi | Penampakan bantuan sosial yang disisihkan kepada para warga yang tidak kebagian bantuan sembako (dok.pri)
Penampakan bantuan sosial yang disisihkan kepada para warga yang tidak kebagian bantuan sembako (dok.pri)

Para warga wilayah tempat tinggalku di RT 006, RW 07 Gandaria Selatan, mencetuskan ide menyisihkan bantuan sosial milik mereka kepada warga yang tidak kebagian sembako.

semangat berbagi | percakapan di whatsapp group
Foto: dok.pri

Ada warga yang menyisihkan setengah dari sembakonya, bahkan ada yang memberikan seluruh bantuan kepada warga yang belum memperoleh bansos. Beberapa warga berinisiatif menambahkan sejumlah uang dan disisipkan ke dalam paket sembako.

Koordinasi dilakukan melalui whatsapp group (WAG). Pak RT 07 menjadi sosok yang dipercaya warga untuk menyisihkan bantuan yang diistilahkan warga sebagai “Paket Sembako Pemerataan” itu, sekaligus menyerahkannya kepada warga yang lebih membutuhkan bansos tersebut.

Percakapan di WAG RT 07, Pak RT memberikan laporan bantuan yang sudah disisihkan sesuai jumlah warga yang membutuhkan, dan akan segera diserahkan kepada warga di lingkungan RT nya.

Ternyata, semangat berbagi di tengah pandemi tak hanya ditunjukkan oleh warga di tempatku tinggal saja. Di tempat lain, hal itu ditunjukkan sesuai cara, kemampuan, kebiasaan, serta kebutuhan yang membuat kegiatan berbagi ini cukup beragam. Tak ayal, getaran semangat berbagi ini menjadi inspirasi untuk terus berbuat kebaikan. Berikut ini beberapa contohnya.

Semangat Berbagi Lewat ATM Sembako

semangat berbagi | Ilustrasi: Bingkisan sayuran dan sembako (Foto: Markus Spiske on Unsplash)
Ilustrasi: Bingkisan sayuran dan sembako (Foto: Markus Spiske on Unsplash)

Mengambil tema “Dari warga untuk warga”, warga Kampung Dirgahayu, RW 2, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut, Jawa Barat, berbagi dengan saling berdonasi berbagai bahan kebutuhan melalui “ATM Sembako”.

Ide ini bermula dari hasrat warga yang ingin membantu keluarga tidak mampu. Namun, banyak warga segan meminta bantuan. Guna mengatasi kendala itu, bantuan-bantuan itu dikumpulkan setiap hari dalam sebuah rak di pinggir jalan. Warga lantas menyebutnya “ATM Sembako”. Maksudnya, warga yang merasa membutuhkan tidak perlu malu-malu untuk meminta-minta, tapi tinggal mengambil barang yang dibutuhkannya di ATM sembako itu.

Selain bahan-bahan kebutuhan dapur dan sembako, juga tersedia sabun mandi, mie instan, serta makanan-makan ringan, buah-buahan, dan bumbu masakan.

Semuanya diletakkan ataupun digantung dalam kantung plastik di rak. Tak lupa ada spanduk bertuliskan “Sembako Gratis” bagi siapa saja yang membutuhkannya. (Lihat berita lengkapnya di sini.)

Wifi Gratis Agar Proses Belajar Daring Tetap Lancar

Kegiatan berbagi lainnya yang memberikan dampak cukup besar seperti terjadi di Kelurahan Pakelan, Kota Kediri, yang berinisiatif membagikan wifi gratis untuk kegiatan belajar daring selama pandemi. Semangat berbagi ini pun mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Para pelajar yang memanfaatkan wifi gratis ini merasa sangat terbantu, karena proses belajar daring membutuhkan kuota internet cukup besar, dan tidak semua anak mampu menyediakannya. (Lihat berita lengkapnya di sini.)

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (berbatik, duduk) melakukan peninjauan ke Kelurahan Pakelan, Kota Kediri tampak sedang berbincang dengan pelajar yang memanfaatkan wifi gratis untuk proses belajar daring. (Foto: kedirikota.go.id)

Nah, melihat aksi nyata saling membantu di tengah pandemi ini, membuat kamu semakin semangat berbagi, kan? Lalu, bagaimana caranya menyalurkan bila kamu belum ada ide untuk membagikannya ke pihak yang tepat dan benar-benar membutuhkannya?

Tenang, kamu dapat menyalurkan Semangat Berbagi di Era Baru itu melalui LAZ UCare Indonesia, sebuah Lembaga Amil Zakat tepercaya dalam menyalurkan amanah bagi kesuksesan umat.

LAZ U Care Indonesia

Lembaga Amil Zakat Ucare Indonesia menyalurkan bantuan kepada pihak yang tepat dan membutuhkannya. Salah satu bentuk penyaluran semangat berbagi di era baru oleh LAZ U Care Indonesia yaitu dengan membantu pendidikan yatim selama pandemi melalui program “Semarak Yatim”.

InsyaAllah, setiap kali kita berbagi, akan memperoleh balasan tak terhingga baik dunia maupun akhirat. Jangan kendurkan semangat berbagi di era baru ini, terutama kepada masyarakat terdampak pandemi. Mari kita bantu mereka dari keterhimpitan dan kesulitan berkepanjangan, agar mereka dapat mengembangkan potensi terbaik dan berdiri di atas kaki sendiri. | Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog LAZ UCare Indonesia 2020.

[###]

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial kamu:
  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares
error: Content is protected !!