Korankaltim.com Jadi Pengobat Rindu, Menangkap Getar Ibu Kota Baru dan Kisah Pohon Pisang

Korankaltim.com,

sebuah nama yang telah merasuk ke dalam hati pembacanya di jagat maya. Khususnya warganet yang selalu ingin mendapatkan pembaruan terkini tentang segala hal dari Banua Etam. Koran Kaltim telah 14 tahun berdiri dan juga hadir di dunia internet melalui Korankaltim.com, dengan segala upayanya untuk selalu mencerdaskan pembaca. Berikut adalah sepenggal kisah pengalaman berkesan seorang pembaca yang mengikuti berita-berita yang tersaji di Korankaltim.com.

korankaltim.com
ilustrasi: Korankaltim.com (dok.pri)

Koran Kaltim, “Jendela Informasi” yang Terus Berbenah Mengikuti Perkembangan Era Digital

Banyak yang mengandaikan surat kabar sebagai jendela dunia. Kenapa demikian? Karena beragam berita tersampaikan melalui koran, membuat pembacanya melek dengan bermacam-macam berita dari segala penjuru. Berbagai surat kabar terbit tiap harinya dan selalu penuh akan aneka berita. Koran-koran itu mengabarkan berbagai hal. Mewartakan bahwa sesuatu telah terjadi, dan semua itu disampaikan pada khalayak umum, tertulis hitam di atas putih.

Tentu saja dalam konteks koran lokal, dapat diibaratkan sebagai jendela yang memperlihatkan segala “pemandangan” berupa gambar, foto dan berita tentang yang terjadi dalam wilayah kelokalan surat kabar tersebut. Koran Kaltim masuk dalam konteks ini. Surat kabar yang berdiri sejak 22 November 2006 ini semakin menguatkan akarnya melalui jaringan pembaca yang tersebar di seantero Kalimantan Timur, sesuai nama yang disandangnya. Seiring dengan berjalannya waktu, Koran Kaltim semakin membesar. Era pun berganti menghadirkan tantangan baru bagi Koran Kaltim untuk tetap eksis di tengah masyarakat.

Surat kabar pun turut mengalami hal sama dengan berbagai bisnis lainnya yang perlu beradaptasi dengan segala hal berbau digital di era revolusi industri 4.0. Koran Kaltim memahami ini. Tuntutan kebutuhan untuk hadir di alam internet dijawab dengan kehadiran Koran Kaltim versi dunia maya, yaitu Korankaltim.com.

Bahkan, kehadiran Korankaltim.com telah menembus batas kelokalan Koran Kaltim yang tidak dapat dipenetrasi oleh versi cetaknya. Sekarang, tidak hanya pembaca yang berasal dari wilayah Kaltim saja yang dapat menikmati kupasan berita di Koran Kaltim. Pembaca dari wilayah lainnya di seluruh tanah air, bahkan dunia dapat ikut menyimak berbagai informasi seputar Kalimantan timur melalui Korankaltim.com. Saya diantaranya.

Mengapa Kalimantan Timur?

Ilustrasi (Foto: BBC/Getty Images)

Mungkin ada yang bertanya. Mengapa saya yang bukan orang Kalimantan mengulik-ngulik berita tentang Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur? Jawaban dari pertanyaan itu ada dua, berupa jawaban pendek, dan jawaban panjang.

Jawaban pendeknya, sebagai pengobat rindu.

Jawaban panjangnya? Berlatar keluarga. Diawali dengan kisah anggota keluarga, yaitu adik Kakek dari pihak Bapak saya yang kebetulan merantau ke ranah Kalimantan berpuluh-puluh tahun yang lalu. Saat itu, Provinsi Kalimantan baru saja dipecah menjadi tiga, yaitu Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Kemudian, beliau menikah dengan orang asli Samarinda dan menetap di kota itu hingga kini. Anak-anak dan cucunya pun bertebaran. Paling banyak di seputar Samarinda serta Balikpapan. Lalu ada juga di Bontang, Tenggarong, hingga ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Belakangan, setelah saya menikah, saya pun memiliki kakak ipar yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat.

Alhasil, sebagai pengobat rindu dan juga guna mengetahui berbagai perkembangan terkini di berbagai kota di Kalimantan Timur yang menjadi tempat domisili “keluarga jauh”, saya pun banyak mencari informasinya di internet. Korankaltim.com menjadi acuan saya soal ini. Ada banyak pengalaman berkesan saat membaca berita di laman maya koran yang mengajak cerdas bersama rakyat ini. Selain sebagai pengobat rindu, ada dua kesan lainnya yang membuat Korankaltim.com kian melekat dalam ingatan.

Korankaltim.com Menangkap Getar Ibu Kota Baru

Setelah sempat menunggu sekian lama (wacana ini sudah muncul sejak zaman Presiden Soekarno) dan juga maju-mundur soal rencana Presiden Joko Widodo yang berniat memindahkan ibu kota dari Jakarta, penantian itu pun akhirnya usai pada 26 Agustus 2019.

Di hari itu, Jokowi mengumumkan secara resmi wilayah yang akan dijadikan Ibu Kota Negara (IKN) baru menggantikan Jakarta, yaitu di sebagian Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, dua kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur.

“Lokasi ibu kota baru yang ideal adalah sebagian Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara,”

Presiden Joko Widodo

Pengumuman ini disiarkan secara langsung oleh seluruh televisi nasional. Saat mengumumkan kabar tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Wapres Jusuf Kalla, Gubernur Kaltim Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tak ketinggalan, terlihat para menteri terkait seperti Menteri ATR Sofyan Djalil, Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljojo, serta Menteri KLH Siti Nurbaya. Boleh dikatakan, pengumuman ini menjadi ajang besar sekaligus penutup pemerintahan Jokowi-JK yang segera berakhir, dan digantikan oleh pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin mulai Oktober 2019.

Sontak, berkat pengumuman tersebut nama Kalimantan Timur pun semakin dicari di dunia maya. Lalu apa yang berkesan dari Korankaltim.com terkait pemberitaan ibu kota baru ini? Getar-getar masyarakat Kaltim menanggapi pemindahan ibu kota ke Kaltim ini sukses ditangkap oleh Koran Kaltim melalui pemberitaan berikut:

Mengapa saya terkesan dengan berita ini? Karena Korankaltim.com berhasil memperlihatkan suasana kebatinan masyarakat Kaltim, khususnya Paser yang menerima pengumuman pemindahan ibu kota baru itu dengan menggelar ritual adat, sebagai puji syukur sekaligus menyambut kedatangan ibu kota baru NKRI di wilayahnya.

Tak hanya soal puji syukur, berita ini juga memperlihatkan khazanah budaya nusantara yang tak melulu Bali dan Jawa, terutama bagi orang di luar Kaltim. Korankaltim.com memberikan informasi sekaligus memperkenalkan budaya Paser kepada masyarakat luas sebagai sesuatu yang unik dan memperlihatkan kebhinekaan kita sebagai sebuah bangsa yang besar.

Kisah Pohon Pisang

Lho, kok pohon pisang? Sebelum saya bercerita soal itu, tahukah anda bahwa pisang adalah salah satu komoditas ekspor potensial yang serius untuk terus didorong pertumbuhannya di Kaltim? Padahal Kaltim sejak lama terkenal karena potensi batu bara, sawit, kayu dan karet.

Mengutip berita dari Korankaltim.com (tautan berita di sini), permintaan ekspor pisang kepok terbilang sangat tinggi, terutama ke Malaysia. Bahkan, kebutuhan pisang dari negara tetangga kita itu mencapai angka 800 ton per bulannya. (tautan berita di sini).

Namun, bukan soal potensi ekspor pisang Kaltim yang ingin saya ungkap di sini, tapi soal lainnya. Apa itu? Saya melihat pohon pisang menjadi “alat ekspresi” bagi masyarakat di Kaltim. Berikut beberapa beritanya:

Terlihat jelas, bahwa pohon pisang dijadikan alat ekspresi untuk mengungkapkan kekecewaan warga, dalam hal ini soal kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung mendapatkan perbaikan.

Artikel-artikel ini, menurut saya, adalah cara cerdas Korankaltim.com yang kritis memberitakan soal kondisi pembangunan yang belum merata di wilayah Kaltim. Kedua, sebagai sindiran halus kepada pemerintah daerah terkait agar segera berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya. Termasuk soal menyegerakan perbaikan jalan. Pasalnya, jalan adalah salah satu kunci penting mendorong laju pembangunan. Bila jalanannya rusak, maka itu akan mengganggu gerak langkah pembangunan di daerah tersebut.

3 Poin Berkesan

korankaltim.com - kesan membaca korn kaltim
Ilustrasi: Kesan membaca Korankaltim.com (dok.pri)

Sebagai salah seorang pembaca Korankaltim.com, selalu ada kesan mendalam setiap kali membaca berita di laman ini. Setidaknya, dari kesan dan pengalaman membaca Korankaltim.com yang telah saya uraikan sebelumnya, ada beberapa poin berkesan yang membuat surat kabar di dunia maya ini berbeda dibanding lainnya.

Pertama, Korankaltim.com selalu mencerdaskan. Koran ini menyediakan konten dan menu yang beraneka macam sebagai upaya menangkap ragam dan minat para pembaca yang cukup luas.

Kedua, unik karena dapat melihat dari sisi yang lain. Keunikan ini membuat Koran Kaltim mendapatkan tempat khusus dalam penilaian pembacanya. Hal tersebut menjadikan Korankaltim.com berbeda dan memungkinkannya untuk memberikan kontribusi informasi dan pengetahuan bagi kecerdasan pembacanya, persis sesuai slogannya, “Cerdas bersama rakyat“.

Ketiga, kritis dengan cara yang cerdas. Saya sebut cerdas, karena memberikan masukan dan kritik tanpa makian, ejekan, ataupun merendahkan pihak yang sedang dikritik. Hal ini membuat pemberitaan Koran Kaltim dapat diterima dengan baik di tengah masyarakat.

Akhirulkalam

Salah satu cara melihat kehidupan suatu masyarakat adalah dengan membaca korannya. Korankaltim.com memberikan potret kehidupan masyarakat Kaltim dengan cara yang unik dan kaya, dan berhasil menjadikannya sebagai sebuah portal berita yang memberi manfaat.

Sebagaimana pernah diungkapkan oleh Arthur Miller, seorang penulis kenamaan asal Amerika Serikat yang hidup dari tahun 1915 hingga 2005. Arthur pernah berkata “Koran yang bagus, saya kira, adalah sebuah bangsa yang membicarakan dirinya sendiri.” Hal yang sama dapat dikaitkan dengan Korankaltim.com sebagai sebuah koran dunia maya yang bagus. Korankaltim.com dapat menyampaikan informasi tentang Kaltim secara luar dalam, mengetahui segala seluk-beluknya, seolah-olah dia sedang membicarakan dirinya sendiri. Selamat membaca dan menikmati Korankaltim.com!

[###]


disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam Koran Kaltim Blog Competition 2020 yang diselenggarakan oleh Koran Kaltim dalam menyambut HUT ke-14. Penulis juga telah membagikan artikel ini melalui Facebook, Twitter, dan Instagram.

korankaltim.com - pengumuman lomba blog
Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial kamu:
  • 12
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares
error: Content is protected !!