Bikin Damai Hati, Investasi Jangka Pendek Pilihan Bijak di Saat Pandemi

investasi jangka pendek

Investasi jangka pendek adalah pilihan bijak saat ini. Pandemi corona yang tengah melanda dunia tidak perlu membuat investasi menjadi mandek. Pilihan terbaik dalam menghadapi badai virus covid-19 yang belum juga reda ini adalah dengan melirik investasi jangka pendek.

Dasar Investasi

Baiklah. Kesempatan kali ini kita membahas soal uang. Artikel ini mengajak pembaca mengetahui secara singkat soal investasi jangka pendek di tengah pandemi. Namun, sebelum masuk ke pembahasan terkait hal tersebut, ada baiknya bila kamu mengetahui tentang investasi. Investasi atau penanaman modal adalah istilah yang seringkali dipakai di masyarakat. Bila menilik teori ekonomi, menurut Sunariyah dalam buku Pengantar Pengetahuan Pasar Modal (2003), investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

Sedangkan, menurut Zvi Bodie dalam bukunya yang terkenal berjudul Investasi (Investments) tahun 2009 mengatakan bahwa Investasi adalah sebuah komitmen. Investasi tersebut dapat berupa sejumlah dana atau dalam bentuk sumber daya lainnya, dan dilakukan pada saat ini (present). Tujuan investasi, masih menurut Bodie, yaitu guna memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Bagi kamu yang belum tahu, Zvi Bodie adalah seorang Profesor Keuangan dan Ekonomi di Boston University School of Management, Amerika Serikat.

Jadi, secara umum dapat disebutkan bahwa investasi adalah tindakan atau kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang, atau pada waktu yang telah ditentukan di masa depan. Dapat juga dikatakan, bahwa investasi adalah kegiatan pembelian atau produksi dari modal barang. Pembelian atau produksi barang tersebut tidak untuk dikonsumsi, namun digunakan sebagai barang produksi untuk kegiatan produksi yang akan datang.

Secara garis besar, ada dua jenis investasi menurut jangka waktunya, yaitu investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Nah, untuk pembahasan kali ini, kita akan lebih berfokus perihal investasi jangka pendek.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek
Ilustrasi: Investasi jangka pendek. (Foto: clipart)

Investasi jangka pendek adalah investasi dengan jangka waktu kurang dari satu tahun. Di beberapa buku ada juga yang mengatakan investasi dibawah 5 tahun. Jenis investasi ini dianggap paling likuid. Maksudnya, bila kamu berinvestasi jangka pendek dalam saham dan obligasi, pemikirannya adalah bahwa aset ini dapat diuangkan dengan cepat. Suatu aset investasi dianggap likuid jika pemilik dapat dengan mudah mengaksesnya. Kedua, instrumen itu telah memiliki pasar yang mapan di mana harga tidak dapat dimanipulasi oleh satu pembeli atau penjual.

Alasan Memilih Investasi Jangka Pendek

Image
Ilustrasi: Memilih investasi jangka pendek di tengah pandemi corona. (Foto: pexels)

Alasan memilih investasi jangka pendek tidak lepas dari latar belakang kondisi saat ini yang tengah dilanda pandemi dalam lingkup global. Sejak kemunculannya di wilayah China pada akhir tahun 2019, virus corona yang kemudian dikenal dengan sebutan covid-19 merambah seluruh dunia. Hampir tidak ada tempat di belahan dunia yang tidak disentuhnya. Dunia pun mengalami pandemi corona, atau pandemi covid-19. Dampak pandemi ini luar biasa. Kehidupan berubah drastis. Segala Sendi-sendi kehidupan terkena dampaknya. Termasuk juga sisi ekonomi dan investasi. Banyak yang terganggu kondisi ekonominya, akibat pengetatan yang dilakukan perusahaan. Pasalnya, banyak perusahaan memutuskan untuk merumahkan karyawannya. Tidak sedikit juga bahkan terpaksa melakukan PHK alias pemutusan hubungan kerja. Keputusan PHK ini muncul karena perusahaan sudah tak mampu lagi membiayai kegiatan operasionalnya. Kondisi ekonomi yang sulit mendorong pengetatan ikat pinggang untuk menghemat uang dan pengeluaran, baik di tingkat negara, perusahaan, keluarga, sampai dengan individu.

Segala kebiasaan yang sebelumnya familiar dilakukan, telah sirna. Semuanya berganti dengan kebiasaan baru menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang masih melanda dunia. Investasi pun termasuk yang perlu mendapatkan penyesuaian. Mungkin sebelumnya kamu melihat investasi dalam horison jangka waktu yang cukup panjang. Tapi sayangnya, hal tersebut belum dapat dilakukan di tengah situasi ini. Pandemi covid-19 telah menekan sisi ekonomi dan pengeluaran, termasuk investasi.

Tentu saja, untuk menghadapi hal ini, kamu sebagai investor membutuhkan langkah yang cerdas dan bijak. Pandemi tidak boleh membuat langkah investasi menjadi mandek, alias berhenti. Justru di saat-saat seperti ini, ada peluang investasi yang dapat kamu manfaatkan.

Investasi jangka pendek menjadi pilihan bijak untuk menyiasati situasi pandemi. Secara garis besar, ada kelebihan dengan berinvestasi jangka pendek. Pertama, dengan memilih investasi jangka pendek, kamu masih dapat mengoptimalkan penambahan pundi-pundi keuangan. Kelebihan berikutnya, kamu dapat mempergunakannya (dengan cara mencairkan investasi tersebut) di waktu-waktu tertentu yang membutuhkan penggunaan uang kas dalam waktu singkat dan mendadak.

Jenis Investasi Jangka Pendek

Image
Ilustrasi: Jenis investasi jangka pendek. (Foto: clipart)

Ada beberapa jenis investasi jangka pendek yang sering digunakan oleh investor. Berikut penjelasan singkatnya.

Deposito

Deposito merupakan pilihan investasi jangka pendek yang paling sederhana dan sering digunakan. Bila kamu menanamkan investasi dalam bentuk deposito, artinya kamu telah setuju untuk tidak mengambil atau menarik uang tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Rentang waktunya bervariasi, mulai dari 1, 3, 6, 9, hingga 12 bulan. Pada dasarnya, deposito adalah produk tabungan perbankan. Hanya saja, produk ini memberikan keuntungan atau imbalan lebih tinggi ketimbang tabungan karena uangnya hanya dapat diambil setelah deposito jatuh tempo.

Reksa Dana

Sebagaimana dikutip dari UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 Pasal 1 ayat 27, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Setelah dana terkumpul, selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Bila ditilik berdasarkan makna, Reksa artinya wadah, dana berarti uang. Jadi, Reksa Dana memiliki arti harfiah sebagai suatu wadah untuk menghimpun dana.

Ada 4 jenis reksadana yang biasanya ditawarkan oleh manajer investasi. Keempatnya yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran. Namun, untuk investasi jangka pendek, yang cocok adalah dua yang pertama, yakni reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Reksa dana pasar uang menginvestasikan 80 persen dana yang terkumpul pada instrumen pasar uang, seperti surat berharga pasar uang, sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, dan sebagainya. Sementara, untuk Reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi akan menanamkan 80% dana yang dikelolanya pada instrumen surat berharga berbasis utang atau obligasi, yang merupakan bagian dari instrumen pasar modal.

Keduanya dianggap cocok karena memberikan imbal hasil yang cukup baik dan stabil sehingga memiliki risiko yang rendah terhadap fluktuasi pasar.

Surat Utang Jangka Pendek dan Obligasi

Untuk jenis investasi jangka pendek ini, periode yang ditawarkan cukup fleksibel. Mulai dari satu tahun, hingga 5 tahun. Biasanya, surat utang (obligasi) yang diterbitkan pemerintah menjadi pilihan. Ada juga surat utang, seperti medium term notes (MTN) dan juga obligasi yang diterbitkan oleh korporasi dan dianggap layak untuk investasi jangka pendek. Namun syaratnya harus memiliki peringkat investasi cukup tinggi untuk meminimalkan risiko, terutama dari fluktuasi harga pasar. Pada dasarnya, penerbit surat utang akan memberikan imbalan kepada investor berupa bunga yang disebut kupon pada periode tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.

Unit Link

Jenis investasi jangka pendek lainnya yang dirasakan cocok untuk situasi saat ini yaitu Unit Link, sebuah produk investasi dengan tawaran imbal hasil menarik sekaligus sebagai produk asuransi yang memberikan perlindungan kepada Nasabah. Unit Link adalah sebuah produk investasi unik dengan dua fungsi, yaitu investasi dan proteksi diri. Hanya saja, kamu juga harus memastikan untuk memilih produk Unit Link yang berasal dari perusahaan asuransi yang sudah terbukti kualitasnya, dan telah terpercaya selama puluhan tahun.

Perusahaan asuransi di Indonesia saat ini dengan kualitas sangat baik, dengan kinerja yang telah terbukti selama bertahun-tahun, dan telah mendapatkan kepercayaan selama puluhan tahun di masyarakat yaitu Prudential Indonesia.

Nah, Prudential Indonesia telah mengeluarkan produk Unit Link yang cocok untuk investasi jangka pendek, yaitu PRULink Generasi Baru. Sesuai dengan tagline PRUlink Generasi Baru yaitu “Investasinya, makin lama makin jadi. Proteksinya, sehat sekarang aman sampai nanti”, produk ini memberikan imbal hasil investasi positif dan menarik sekaligus memberikan proteksi kepada Nasabah sejak pembayaran premi pertama.

investasi  jangka pendek
Ilustrasi: Produk Unit Link sebagai investasi sekaligus proteksi. (dindindonk.com)

Produk ini mengalokasikan investasi sebesar 30 persen. Selain memberikan perlindungan jiwa kepada nasabahnya, produk ini juga memiliki fitur tambahan investasi hingga 10 persen setiap pembayaran premi. Tak hanya itu, produk ini memberikan jaminan bahwa Uang Pertanggungan Asuransi Dasar akan tetap dibayarkan kepada Tertanggung hidup sampai dengan usia 99 tahun. Boleh dikatakan, produk ini memberikan nilai tambah yang cukup signifikan bagi nasabah atau investornya.

Nah, keren kan produknya! Bila kamu tertarik lebih jauh dengan produk ini, dapat mempelajarinya secara langsung melalui link ini: PRUlink Generasi Baru.

Pilih Sesuai Kebutuhan

Berdasarkan penjelasan singkat di artikel ini setidaknya kamu menjadi lebih paham soal investasi jangka pendek. Jadi, investasi di tengah pandemi perlu tetap kamu lakukan, dan jenis investasi yang cocok untuk situasi sekarang yaitu investasi jangka pendek. Mengenai investasi jangka pendek yang juga banyak jenis instrumennya ini, sebaiknya kamu memilih yang terbaik sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Selain perlu memperhatikan imbal hasil yang ditawarkan dan risikonya, kamu juga perlu mempertimbangkan nilai lebih yang ditawarkan investasi tersebut bagi diri kamu.

[###]


sumber:
-https//www.prudential.co.id/
-Sunariyah. 2003. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Yogyakarta. (UPP) AMP YKPN.
-Zvi Bodie, Alex Kane, Alan J. Marcus. 2009. Investments. McGraw-Hill.

Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial kamu:
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
error: Content is protected !!