GERD Rentan Serang Milenial, Yuk Kenali Bersama SehatQ.com

GERD, SehatQ.com, milenial, gaya hidup sehat

GERD.

Secara tak sadar, milenial sering menderita penyakit ini. Namun sayangnya, banyak yang memilih untuk mengabaikannya, dan sekedar mengira bahwa itu adalah tanda perut kembung atau kelaparan biasa saja. Padahal, dalam jangka panjang, penyakit ini bisa membawa berbagai komplikasi. Yuk kita mengenali lebih jauh bersama SehatQ.com tentang penyakit ini, agar dapat memahami dan menghindarinya, serta, menjaga tubuh tetap sehat.

GERD, SehatQ.com, milenial, gaya hidup sehat

Pengalaman yang pernah aku jumpai ini jamak terjadi. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya. Ketika sedang berhadapan dengan klien dan melakukan presentasi demi meng-gol-kan sebuah proyek, tiba-tiba lambung terasa panas terbakar hingga ke dada. Atau ketika kamu sedang enjoy berkumpul bersama teman-teman setelah melalui hari yang cukup penat mengerjakan pekerjaan di kantor. Tiba-tiba, perut terasa begah (kembung) dan kerongkongan terasa perih serta timbul perasaan mual dan ingin muntah.

Pernah merasakan hal-hal tersebut? Situasi itu acap diabaikan oleh yang merasakannya, karena tergolong kambuhan, alias bisa muncul kapan saja. Seringkali, kondisi tersebut dirasakan milenial yang notabene penuh dengan kesibukan dan berbagai kegiatan. Padahal, bila kondisi ini terlalu sering terjadi, dan tetap diabaikan, akan mengakibatkan hal yang lebih serius. Itu sebabnya kita sebaiknya lebih berhati-hati menghadapi gejala-gejala tersebut.

Kemunculan gejala-gejala itu bisa jadi merupakan masalah. Mengapa? Karena menandakan bahwa kamu mungkin sedang menderita penyakit gastroesophageal reflux disease. Atau, untuk lebih mudahnya seringkali disebut dengan akronimnya saja, yaitu GERD.

Lalu, apa penyebab GERD? Seberapa bahayanya kah penyakit ini? Lebih jauh lagi, mengapa milenial tidak boleh menyepelekan masalah ini? Ayo kita simak penjelasannya.

Mengenal GERD

Secara sederhana, gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi mengalir kembalinya asam lambung ke kerongkongan (esofagus) karena cincin otot antara kerongkongan dan lambung melemah. Kondisi tersebut tergambarkan melalui ilustrasi berikut:

GERD, SehatQ.com, milenial, gaya hidup sehat
Ilustrasi: Kiri menandakan kondisi lambung normal, sementara di sisi kanan menggambarkan kondisi lambung penderita GERD. (sumber: medicalnewstoday.com)

Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala seperti perut terasa begah (kembung) dan kerongkongan terasa perih serta timbul perasaan mual dan ingin muntah. Namun, ada gejala khas yang paling sering dirasakan oleh penderita GERD, yaitu rasa panas dan nyeri terbakar di dada, atau heartburn. Rasa nyeri dan tidak nyaman ini kadang berpindah dari lambung ke dada, hingga kerongkongan.

GERD adalah penyakit seribu rasa

Penderita GERD terkadang mengalami berbagai keluhan, itulah sebabnya ada yang mengatakan kalau GERD adalah penyakit seribu rasa. Namun ada yang membedakannya. Pembeda ini berupa gejala khas yang paling sering dirasakan oleh penderita GERD, yaitu rasa panas dan nyeri terbakar di dada, atau heartburn. Rasa nyeri dan tidak nyaman ini kadang berpindah dari lambung ke dada, hingga kerongkongan.

Gejala khas pada penderita GERD ini menjadi penanda penting yang membedakannya dengan penyakit dan bergejala hampir mirip. Sebut saja dengan penderita maag atau gastritis. Karena, terkadang penderita GERD juga mengalami nyeri di ulu hati seperti yang sering dialami penderita penyakit maag.

Penyebab Risiko

Ada beberapa faktor penyebab risiko terjadinya GERD, yaitu:

  • Pola makan tidak sehat. Beberapa makanan seperti gorengan, coklat, junk foods, makanan berlemak, serta minuman seperti minuman soda dan beralkohol, bila dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Ilustrasi: Makanan tidak sehat seperti junk food yang berlebihan menjadi salah satu faktor penyebab risiko gastroesophageal reflux disease (Photo by Engin Akyurt from Pexels)
  • Merokok
  • Kehamilan
  • Obesitas, atau berat badan berlebihan
  • Hernia hiatal, yaitu kondisi yang terjadi saat bagian atas lambung masuk ke rongga dada melalui lubang diafragma (hiatus). Kejadian ini dapat diakibatkan oleh muntah, batuk, mengejan. Bisa juga diakibatkan oleh gerakan atau aktivitas fisik tiba-tiba yang mengakibatkan peningkatan pada tekanan abdomen.
  • Gangguan kecemasan. Penelitian yang pernah dilakukan oleh AGA Institute, (AGA adalah singkatan dari American Gastroenterological Association atau Asosiasi Gastroenterologi Amerika) mengungkap hubungan adanya peningkatan tingkat kecemasan dan depresi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit gastroesophageal reflux disease. Faktor ini sering juga diistilahkan sebagai GERD Anxiety.

GERD Anxiety? Apa itu?

Ternyata, banyak yang belum memahami tentang penyakit GERD. Akibatnya, banyak yang salah kaprah soal penyakit ini. Kesalahan yang paling banyak ditemukan yaitu GERD dianggap sebagai penyebab langsung kematian. Akibatnya, banyak yang cemas bila menderita penyakit ini.

Sayangnya, GERD memiliki tautan erat dengan perasaan cemas berlebihan, atau anxiety. Bahkan, salah satu penyebab penyakit ini karena perasaan ini dirasakan seseorang dalam waktu lama dan berlarut-larut.

Ilustrasi: Hati-hati! Kecemasan berlebihan dapat meningkatkan asam lambung. (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels)

Akibatnya, banyak ditemukan orang-orang tetap mengalami GERD, padahal sudah menghindar dari berbagai banyak faktor risiko pencetus penyakit tersebut.

GERD dan perasaan cemas berlebihan dapat menjadi siklus berulang. Dari sinilah timbul istilah GERD Anxiety. Bila seorang penderita merasa cemas, akan mendorong peningkatan asam lambung dan mencetuskan keluhan heartburn, atau dada terbakar, yang mirip serangan jantung, dapat membuat si penderita semakin cemas lebih lanjut. Seolah menjadi lingkaran setan, perasaan cemas itu justru memperparah keluhan yang dirasakan oleh penderita.

Mengapa GERD Rentan Serang Milenial?

Ada beberapa penyebab yang membuat milenial rentan menderita GERD (gastroesophageal reflux disease).

Banyak ditemukan kasus penderita gastroesophageal reflux disease pada usia muda, dengan rentang umur 20-40 tahun. Orang-orang pada usia ini umumnya merasa sehat dalam kondisi yang prima, sehingga lupa menjaga kesehatan. Padahal, justru pada rentang usia ini seharusnya kondisi kesehatan tubuh dijaga dengan baik.

Abai dalam hal menjaga kesehatan ini terlihat dari pola makan yang buruk. Pola makan tidak sehat ini meliputi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak baik untuk tubuh, serta makan tidak teratur. Terkadang, milenial melewatkan waktu makan karena sibuk beraktivitas. Hal ini tidak baik untuk lambung.

Selain pola makan tidak sehat, gaya hidup tidak sehat menjadi penyebab munculnya penyakit ini. Kebutuhan untuk bersosialisasi bersama teman-teman seringkali melupakan waktu untuk beristirahat dengan cukup. Padahal waktu istirahat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan energi yang terkuras oleh berbagai kegiatan sepanjang hari.

Selain faktor usia, faktor pekerjaan juga memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan milenial. Tuntutan pekerjaan dapat menimbulkan stres dan depresi yang dapat memicu GERD.

Faktor lingkungan juga tidak dapat dianggap enteng sebagai pembawa pengaruh pada gaya hidup milenial. Zaman serba instan dan cepat dimana hampir semua orang, termasuk milenial, bekerja menggunakan smartphone ataupun laptop. Praktis, hal ini membuat milenial cenderung kurang bergerak. Padahal, aktivitas fisik yang menuntut gerakan atau olahraga harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan tubuh.

Tips Menghindari GERD

Ada beberapa tips yang dapat kamu coba untuk terhindar dari penyakit gastroesophageal reflux disease ini.

Pertama, kamu perlu menjaga konsumsi makanan dan minuman dengan mengurangi, atau bahkan menghindari berbagai makanan tidak sehat. Sebaiknya kamu menjauhi gorengan, junk foods, minuman bersoda, dan minuman beralkohol.

Kedua, menjaga pola makan. Sebaiknya kamu menerapkan disiplin waktu dalam hal makan. Upayakan untuk sarapan, makan siang dan juga makan malam di waktu-waktu yang memang sudah seharusnya diperuntukkan untuk kegiatan makan. Selain memberikan asupan bagi tubuh, waktu makan ini juga dapat kamu gunakan untuk jeda sejenak dari kegiatan keseharian yang padat.

Ketiga, cukup beristirahat. Kurangi begadang yang praktis mengurangi waktu tidur kamu. Ingatlah, bahwa tubuh memiliki hak untuk beristirahat, karena saat kamu tidur, tubuh melakukan pemulihan terhadap berbagai sel dan organ tubuh setelah bekerja keras sepanjang hari.

Keempat, bergaya hidup sehat dengan tidak merokok dan rutin berolahraga.

Ilustrasi: berolahraga teratur agar menjaga tubuh tetap sehat. (Photo by mali maeder from Pexels)

Kelima, banyak mencari informasi soal gastroesophageal reflux disease. Dengan demikian, kamu dapat lebih paham soal penyakit ini. Bila kamu paham, sudah barang tentu akan mengurangi kecemasan yang merupakan salah satu pemicu penyakit ini.

Nah, omong-omong, soal informasi yang tepercaya, kamu dapat dengan mudah memperolehnya melalui SehatQ.com.

Mengenal GERD Bersama SehatQ.com

Saat ini, banyak sekali berbagai informasi terkait kesehatan yang dapat kamu peroleh di dunia maya. Kamu dapat mengenal dan memahami lebih jauh tentang GERD melalui laman SehatQ.com sebagai sumber yang dapat dipercaya.

Tak hanya soal gastroesophageal reflux disease, kamu juga dapat mencari berbagai informasi terkait berbagai keluhan dan permasalahan kesehatan, melalui berbagai Direktori Penyakit yang ada di situs tersebut.

Nah, dari berbagai uraian dalam artikel ini, Aku berharap agar lebih banyak orang lebih paham tentang gastroesophageal reflux disease. Setidaknya, tidak menimbulkan kecemasan berlebihan tentang penyakit tersebut. Termasuk juga agar terhindar dari penyakit ini dengan memperbaiki gaya hidup, pola makan dan hidup teratur, serta rutin berolahraga.

[###]


Referensi:

  • SehatQ.com
  • What’s the Difference Between Heartburn, Acid Reflux and GERD? >>> https://health.clevelandclinic.org/whats-the-difference-between-heartburn-acid-reflux-and-gerd/
  • Gastroesophageal Reflux Disease >>> https://ayurvedabenefits.org/ayurvedic-treatment/gerd-gastroesophageal-reflux-disease/
  • Effects of anxiety and depression in patients with gastroesophageal reflux disease >>> https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25496817/
Suka artikel ini? Silakan bagikan melalui media sosial kamu:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
error: Content is protected !!