Tips Trik

Cara Berhenti Donasi UNICEF Mudah Kok! Begini Tipsnya

Cara berhenti donasi UNICEF ada yang tahu? Mungkin kamu termasuk salah satu dari beberapa donatur yang ingin berhenti memberikan donasi dana di UNICEF. Tapi kamu bingung mencari tahu kemana dan bagaimana caranya untuk berhenti donasi? Semoga pada artikel ini dapat memberikan informasi yang anda butuhkan saat ini, yaitu: cara berhenti donasi UNICEF.

Namun, sebelum menerangkan tentang cara berhenti donasi UNICEF yang mudah dan benar, ada baiknya bila aku menjelaskan terlebih dahulu tentang seluk beluk UNICEF. Mulai dari apa sih UNICEF itu? Lalu bagaimana perannya di Indonesia, terutama dalam hal ikut serta dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan setiap anak Indonesia dan sang ibu. Jadi, kalau kamu sudah tahu lebih banyak tentang kegiatan UNICEF, mudah-mudahan bisa membuat kamu jadi tertarik ikut serta menjadi bagian kegiatan mereka. Paling tidak, bantuan kamu sebagai donatur UNICEF yang pastinya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan anak Indonesia khususnya.

Gambaran Singkat UNICEF

UNICEF adalah akronim dari United Nations Children’s Fund. Bila diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia memiliki arti sebagai Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Secara sederhana, UNICEF dapat dikatakan sebagai badan yang mengumpulkan dana dari seluruh dunia untuk membantu perkembangan anak-anak dalam lingkup global.

Ilustrasi: Logo UNICEF

PBB mendirikan UNICEF dengan semangat untuk memberikan bantuan kemanusiaan, serta kesejahteraan jangka panjang dan menjamin perkembangan anak-anak beserta ibunya, khususnya di negara-negara berkembang.

Saat ini, UNICEF sudah tersebar di lebih 190 negara di seluruh dunia. Prioritas utama salah satu badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini yaitu membantu anak-anak untuk bertahan hidup dan berkembang secara maksimal dari usia dini hingga remaja.

UNICEF di Indonesia

Kehadiran UNICEF di Indonesia membawa visi terbentuknya lingkungan untuk anak-anak di Indonesia dimana mereka dapat berkembang dengan baik kehidupannya, baik dari segi pendidikan, kesehatan, dan keamanan serta kesejahteraannya. Dengan demikian, anak-anak mendapatkan perlindungan serta kebijakan terbaik dari semua pihak.

Dalam lingkup lokal, peran serta UNICEF di Indonesia secara berkesinambungan menjalin kerja sama menghadirkan sistem serta sumber daya guna melindungi anak-anak serta kaum perempuan sebagai pihak paling rentan serta terpinggirkan.

Ilustrasi: UNICEF di Indonesia (Foto: unicef.org/indonesia/ )

Selama lebih dari 60 tahun, UNICEF dan mitranya telah menjangkau jutaan anak-anak di Indonesia dengan bantuan pembangunan dan kemanusiaan.

unicef.org/indonesia/
Jejak UNICEF Indonesia di masa lalu

Di Indonesia, UNICEF sudah aktif sejak tahun 1948, dimana mereka fokus menyediakan bantuan darurat di pulau Lombok. Bantuan ini guna mencegah bencana kelaparan di pulau tersebut pada masa awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Setahun kemudian di tahun 1949, Republik Indonesia dan UNICEF sepakat untuk melakukan perjanjian kerja sama resmi untuk pertama kalinya. Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan dengan tujuan membangun dapur susu di pusat Ibu Kota Negara Republik Indonesia saat itu, yaitu Yogyakarta.

Pada era Orde Baru, UNICEF tetap memberikan pengabdian terbaik untuk tetap membantu anak-anak Indonesia. Dimulai pada tahun 1969, UNICEF ikut terlibat dalam program pembangunan Pemerintah Indonesia melalui REPELITA I, yang merupakan singkatan dari Rencana Pembangunan Lima Tahun yang pertama.

Dalam perjalanan pembangunan negeri ini yang terus berlangsung selama beberapa dekade, UNICEF Indonesia pun terus terlibat, semakin berkembang dan kian meluas baik cakupan program maupun wilayahnya. Di era kini, UNICEF juga ikut berupaya mencapai Millenium Development Goals (MDG) atau Tujuan Pembangunan Milenium. Sebagai informasi, MDG memiliki tujuan mengurangi kesenjangan yang masih dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia, terutama anak-anak dan perempuan.

Sekilas Jejak UNICEF Indonesia di Tahun 2018

Sebagai sebuah badan resmi bertaraf Internasional UNICEF pun memberikan laporan tahunan sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban terhadap para donatur terkait pencapaian yang telah dilakukan. Berdasarkan laporan tahunan 2018, UNICEF Indonesia memaparkan pencapaiannya. Sebagai informasi, UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah berhasil menjangkau 1,4 juta orang yang terdampak bencana di Sulawesi dan Lombok. Termasuk 475 ribu anak-anak. Berikut kisah heroik diantaranya.

1. Cepat tanggap gempa dan tsunami di Palu. Gempa bumi dan tsunami Sulawesi pada 2018 berkekuatan 7,4 Mw. Gempa tersebut lantas diikuti gelombang tsunami yang melanda pantai barat Pulau Sulawesi, Indonesia, bagian utara pada tanggal 28 September 2018, pukul 18.02 WITA. UNICEF Indonesia menjadi salah satu pihak yang hadir di tempat bencana tersebut. Bahkan, UNICEF menjadi badan PBB pertama yang mengirimkan pasokan darurat pasca bencana ke wilayah bencana itu. Tidak hanya itu, UNICEF Indonesia berhasil mempersatukan kembali anggota keluarga yang sempat terpisah selama beberapa hari akibat gempa dan tsunami yang mendera. Saat bencana melanda, anak-anak sangat berisiko terpisahkan dari keluarga mereka dalam kekacauan. Pasca gempa bumi Sulawesi, setidaknya diperkirakan sekitar 300 anak-anak di wilayah tersebut terpisahkan dari orang tua mereka. Iqbal adalah ayah dari Mufli (10 tahun), dan Fikri (7 tahun), menghilang setelah gempa bumi dan tsunami melanda Palu dan Donggala. Setelah mencari selama beberapa hari dengan bekerja bersama Kementerian Sosial, mereka dapat menemukan Fikri kembali. Iqbal dan keluarganya masih belum mendengar kabar tentang keberadaan Mufli. Namun setidaknya, pertemuan mereka kembali dengan Fikri memberikan harapan bahwa dimanapun Mufli berada, mereka akan segera bersama-sama kembali.

Iqbal bertemu kembali dengan Fikri setelah sempat terpisah akibat bencana gempa. (Sumber: Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2018)

2. Kampanye imunisasi campak dan rubella untuk mencapai setiap anak di Ambon. UNICEF Indonesia bersama-sama dengan pejabat kesehatan setempat serta LSM di kota Ambon menggelar kampanye imunisasi campak dan rubella. Kampanye ini untuk menjangkau setiap anak di wilayah Ambon. Termasuk menjangkau setiap anak di Waimahu Passo, salah satu wilayah terpapar kekerasan sektarian yang mencekam Ambon selama dua dekade lalu. Hal tersebut merupakan tantangan unik. Memang tersedia data untuk komunitas ini, namun hanya berisi segelintir anak saja, sisanya belum terdaftar karena tidak sekolah dan fokus membantu perekonomian keluarga. Nah, untuk mengatasi titik buta ini, UNICEF bekerja dengan mitra untuk mengidentifikasi daerah yang paling sulit dijangkau anak-anak dengan memetakan keberadaan mereka. Dengan demikian dapat terjangkau kampanye imunisasi yang sedang dilakukan.

Cara Berhenti Donasi UNICEF - imunisasi di kota Ambon
Anak-anak di Ambon ikut serta kampanye imunisasi campak dan rubella yang digelar UNICEF Indonesia. (Sumber: Laporan Tahunan UNICEF Indonesia 2018)

Menjadi Donatur, Ikut Berpartisipasi Dalam Program UNICEF

Kamu juga dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program UNICEF. Salah satu caranya yaitu dengan menjadi donatur. Banyaknya kegiatan, luasnya cakupan serta target sasaran membuat UNICEF Indonesia butuh banyak biaya. Salah satu sumber pendanaannya yaitu melalui sumbangsih donatur yang secara sukarela memberikan sebagian kebutuhan pendanaan untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang dilakukan UNICEF Indonesia. Kamu bisa menghubungi UNICEF Indonesia berdasarkan daftar yang tertera di infografis berikut ini.

Cara Berhenti Donasi UNICEF
Infografis cara menghubungi UNICEF Indonesia ( unicef.org/indonesia/ )

Lalu, sebagaimana tertera dalam infografis diatas, kamu dapat menghubungi (021) 5317 0999 dan (021) 2550 8200 untuk mencari informasi lebih lanjut terkait dengan donasi.

Donasi UNICEF Online

Bila kamu tertarik menjadi donatur kamu dapat melakukannya dengan dua cara. Yaitu secara manual, dengan langsung mengirimkan sumbangan uang ke rekening yang mengelola dana UNICEF Indonesia di beberapa bank. Sumbangan kamu akan sangat membantu memperbaiki kehidupan anak-anak di seluruh Indonesia. Kamu dapat menyalurkan bantuan ke UNICEF melalui 5 rekening, dengan perincian empat rekening mengelola dana dalam mata uang Rupiah (IDR), dan satu rekening mengelola dana Dollar Amerika Serikat (USD). Berikut infografisnya.

Cara Berhenti Donasi UNICEF
Infografis beberapa rekening penampungan dan pengelolaan dana donatur UNICEF Indonesia (Sumber: supportunicefindonesia.org/contact-us )

Berikutnya, kamu dapat menjadi donatur dengan cara online. Penasaran? Kamu dapat mencari informasi secara online guna mengetahui lebih lanjut tentang donasi di laman resmi UNICEF Indonesia.

Kamu juga dapat mengetahui lebih lanjut tentang cara melakukan donasi UNICEF online sebagaimana tertera dalam infografis ini.

Infografis panduan donasi online. (Sumber: supportunicefindonesia.org/upload/www.supportunicefindonesia.org-how-to-donate.jpg )

Namun, kadang-kadang niat baik terhalangi oleh keraguan. Nah, salah satu contoh keraguan menjadi donatur UNICEF Indonesia adalah seperti ini: “Nanti kalau sudah jadi donatur, berarti uangku akan otomatis dipotong untuk bayar donasi dong? Padahal aku sedang ada keperluan lain?”. Ada juga yang mengurungkan niatnya sebagai donatur karena mendengar rumor kalau menjadi donatur, nanti prosesnya dipersulit untuk berhenti? Hmmm, padahal tidak seperti itu lho gaeesss! Cara berhenti donasi UNICEF mudah kok! Begini tipsnya.

Cara Berhenti Donasi UNICEF

Sebagai donatur UNICEF Indonesia dengan tipe donasi rutin, mungkin suatu saat tebersit keinginan untuk berhenti memberikan donasi. Bukan karena berhenti peduli terhadap anak-anak Indonesia, tapi mungkin karena alasan lain. Misalnya karena alasan keuangan, perubahan prioritas, atau karena ada kebutuhan mendesak. Kamu tidak perlu takut, karena cara berhenti donasi UNICEF itu cukup mudah dan tidak bikin pusing. Kamu cukup melakukan beberapa langkah mudah ini. Simak tipsnya.

1.Hubungi layanan donatur melalui (021) 8066 2100. Kamu dapat menghubungi nomor ini pada hari kerja, Senin hingga Jumat.
2.Mengirimkan surat elektronik (email) ke alamat ini: ids.donorlove@unicef.org. Jangan lupa menulis judul atau subyek email “berhenti donasi” untuk memudahkan UNICEF Indonesia merespons permintaan kamu.
3.Pastikan untuk menghubungi UNICEF Indonesia pada jam operasional pada hari Senin hingga Jumat, pada jam kerja 09.00-17.00.

Begitu berartinya donasi kamu, karena setiap Rupiah yang didapatkan akan disalurkan UNICEF Indonesia kepada yang membutuhkan. Pastikan ketika mulai mendaftar sebagai donatur, kamu memberikan data-data yang benar dan sesuai. Lalu ikuti petunjuk yang disarankan. Cara mendaftar sebagai donatur UNICEF mudah kok. Dan tidak perlu takut, karena cara berhenti donasi UNICEF juga mudah. Jadi, berminat memberi donasi? Tunggu apalagi! [###]

Ilustrasi. (Sumber: unicef.org/indonesia/)
error: Content is protected !!