Tips Trik

Asuransi dan Aksi 22 Mei: Mobil Terbakar Akibat Kerusuhan, Bagaimana Klaimnya?

| dindindonk.com | Asuransi dan pelajaran penting yang dapat diambil dari aksi 22 Mei 2019 lalu. Bukan tentang pelajaran demokrasi ataupun pemilihan umum. Namun terkait tentang perlindungan aset yang kita miliki.

Ramai pemberitaan tentang kerusuhan-kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei lalu. Masih jelas terekam tentang stasiun televisi yang menayangkan kerusuhan yang terjadi di sekitaran Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Pusat. Kerusuhan tersebut mengakibatkan belasan mobil hangus terbakar. Bahkan, bangkai kendaraan roda empat ini masih berada di tempat kejadian, yang berada di dalam ataupun luar komplek Asrama Brimob.

Akibat kejadian tersebut, pastinya menimbulkan kerugian yang besar bagi pemilik. Setidaknya, harus ada biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan. Lalu, apakah mobil atau motor yang terbakar karena kerusuhan ini bisa di-cover asuransi?

Bagaimana Mengklaim Asuransi?

Pada dasarnya risiko kendaraan yang terbakar bisa ditanggung pihak asuransi. Namun, jika penyebab terbakar itu karena perbuatan jahat, maka akan ditanggung pihak asuransi.

Hal tersebut bahkan tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 1 ayat 1.2 mengenai perbuatan jahat. Dalam ketentuan polis, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 (dua belas) orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

Hanya saja, jika penyebabnya termasuk dalam huru-hara atau terorisme, perlakuannya menjadi berbeda. Hal tersebut di luar ketentuan polis dan tidak diganti asuransi. Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab.

Mekanisme tersebut telah diatur dalam polis asuransi. Merujuk pada PSAKBI, Bab II Pengecualian, dalam pasal 3 ayat 3 disebutkan:

Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan/atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasaan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, penjarahan.

Solusi

Sebagai solusi terkait hal itu, pemilik kendaraan memang harus mengajukan perluasan jaminan, yaitu layanan perlindungan tambahan di luar ketentuan polis asuransi umum.

“Proteksi ini menjamin penggantian risiko kendaraan yang disebabkan beberapa penyebab, antara lain bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, terorisme, sabotase, dan lainnya,’

Namun perlu diingat, bukan berarti dengan perluasan jaminan kendaraan, bisa dilakukan setelah kejadian, dan mengira klaim kerusakan kendaraan dapat serta-merta ditanggung asuransi. Perluasan jaminan perlu dilakukan sebelum peristiwa atau musibah terjadi. Jika mobil sudah terbakar karena hal yang tidak ditanggung, lalu baru ikut perluasan yang hal tersebut tidak bisa diganti. Nah, untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya mengetahui lebih lanjut tentang Asuransi Kendaraan MSIG Berkendara Tanpa Cemas, Pikiran Tenang. [END]

error: Content is protected !!