Gaya Hidup

Maudy Ayunda Gundah Pilih Yang Mana? Yuk Tengok Harvard dan Stanford Seperti Apa

*cover diambil dari akun IG: @maudyayunda


 

| dindindonk.com | Kamu tentu sudah kenal dong yang namanya Maudy Ayunda? Bagi generasi muda tanah air, nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga. Dara bersuara emas nan cantik ini dikenal lewat lagu-lagu yang cukup menghibur di telinga para pendengarnya. Sebut saja beberapa lagunya yang cukup sering dicari di platform media sosial Youtube. Mulai dari “Cinta Datang Terlambat”, “Untuk Apa”, serta yang terbaru dengan lagu berjudul “Aku Sedang Mencintaimu”. Tentu kamu akan terhanyut deh, mendengar suaranya yang syahdu sambil menikmati paras cantiknya.

Tengok deh salah satu lagunya yang berjudul “Aku Sedang Mencintaimu” yang dilantunkannya dalam versi piano ini, dijamin keren: #MaudyAyunda #AkuSedangMencintaimu #VideoLirik

Tidak cukup hanya eksis di dunia musik sebagai penyanyi dan penulis lagu, Maudy juga merambah dunia perfilman. Dirinya tampil bermain di film dengan judul “Untuk Rena” dan “Sang Pemimpi”.

Sebagaimana generasi millenial pada umumnya yang akrab dengan berbagai platform media sosial, Maudy pun cukup eksis dan aktif di medsos. Akun instagramnya, @maudyayunda, telah memiliki pengikut yang jumlahnya fantastis, yaitu sebanyak 9,5 juta. Nah, kemarin, Senin 4 Maret 2019, Maudy membagikan berita gembira melalui  akun medsosnya itu.

Dara cantik bernama lengkap Ayunda Faza Maudya memang tidak hanya berprestasi di dunia hiburan. Dirinya pun sangat memperhatikan pendidikannya. Sebagaimana diketahui, Maudy adalah lulusan Universitas Oxford. Di Inggris, Maudy mempelajari Filsafat, Politik dan Ekonomi (PPE) dan lulus pada tahun 2016 lalu.

Sosok multi talenta kelahiran 19 Desember 1994 ini memiliki otak yang moncer. Melalui akun instagramnya itu, dirinya  memberitahukan kepada para pengikutnya bahwa dirinya berhasil diterima di Universitas Harvard, salah satu universitas top di dunia. WOW!

View this post on Instagram

A few days ago, I received my acceptance to Harvard University for a Masters in Education. I was so happy a short caption would not do it justice. It felt surreal, and I was brought back to a moment two years ago, when I walked the rain-splattered steps towards John Harvard’s statue. Tourists and visitors had to line up to capture their moment alongside the statue, and while waiting for my turn – I looked around at the surrounding establishment, enraptured by the intimidating aura that was Harvard. Even in the humidity and rain, I was drawn to its red bricks and the promise of learning it had to offer. I am now engulfed in a multitude of emotions. Excitement, certainly. Gratitude, definitely. But most importantly, I am reminded once again that dreams, when broken down into concrete goals, become achievable plans. And that hard work and commitment to a vision, will reap results. See next post. ❤️

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda) on

Waittt! Kegembiraan sang dara cantik tidak berhenti di situ. Tak lama berselang, Maudy kembali mengunggah kabar bahwa dirinya juga  berhasil diterima di Universitas Stanford, juga salah satu universitas top di dunia. WOW WOW!

View this post on Instagram

But the story doesn’t end there. Currently I face a beautiful dilemma, because I also heard back from another big dream of mine: acceptance to Stanford‘s MBA program. (Yay is an understatement!) . You gotta understand – I HONESTLY didn’t think I would get in. The acceptance rate was crazy low, and at every step of the application I had to remind myself not to get my hopes up. It was a near impossibility to get in. So imagine the ecstatic shock of receiving that call from Palo Alto. The conversation itself was a blur as I mouthed “oh my god” to my parents. Lesson learned: Dreams are funny things. The most unlikely ones can catch you off guard. Anyways… thought I‘d share this story with all of you – you’ve been such an integral part of my journey and I would like to express my gratitude for your role in getting me here. Thank you for following and listening to the stories I tell. I have yet to decide. I already am leaning towards one of these opportunities, but I’ll share my decision when the time comes. x Mod

A post shared by Maudy Ayunda (@maudyayunda) on

Wah kegembirannya dobel dong ya. Ya iya lah. Bergembira atas prestasi diterima di dua universitas terbaik dunia. Yang mendengarnya saja bahagia,apalagi yang merasakannya langsung. Tpi, sekarang Maudy pun menyadari bahwa dirinya dihadapkan dengan dua pilihan yang tak mudah. Universitas Harvard memiliki peringkat nomor satu di dunia. Sementara, Universitas Stanford pun menempel di belakangnya, di urutan kedua terbaik dunia. Keduanya berlokasi di Amerika Serikat. Perasaan Maudy pun bercampur antara pusing tapi bahagia. Kepada para pengikutnya, Maudy pun berjanji untuk memberitahu keputusannya terhadap dua pilihan tersebut dalam waktu yang tak terlalu lama.

“Thank you for following and listening to the stories I tell. I have yet to decide. I already am leaning towards one of these opportunities, but I’ll share my decision when the time comes.”

Kalau misalnya berada di posisi Maudy Ayunda, kamu akan pilih mana? Nah, sebelum kamu memutuskan yang mana, yuk tengok keduanya.

Universitas Stanford

| dindindonk.com | Pemandangan sewaktu malam di Universitas Stanford diambil dari pintu masuk timur ke alun-alun utama (stanford.edu)

Sejak lama, kawasan pantai timur Amerika Serikat memang terkenal dengan perguruan tinggi dan universitasnya. Bahkan, beberapa di antaranya sudah terlebih dahulu ada sejak jauh sebelum Amerika Serikat berdiri sebagai sebuah negara. Tapi, tidak jauh dari wilayah tersebut, ada sebuah universitas yang terkenal dengan keunggulan pendidikan dan kemajuan intelektual yang terkenal di dunia. Universitas Stanford, yang terletak di California Utara, mungkin belum setua universitas lainnya di Amerika Serikat, tapi telah mampu membuktikan dirinya sebagai salah satu universitas terkemuka di AS.

Terletak di surga teknologi di Silicon Valley, Stanford menawarkan kepada para siswanya kesempatan luar biasa untuk bekerja dan belajar di lingkungan terdepan yang membantu membentuk masa depan dunia. Komitmen Universitas Stanford terhadap keunggulan dalam studi dan pengajaran akademik, dan dipadukan dengan keberhasilan dalam penggalangan dana untuk anggaran pendidikan. Universitas Stanford memastikan bahwa siswa yang termotivasi akan menemukan banyak sumber daya dan tantangan di kampus.

Sekilas fakta
  • Jenis: Universitas Swasta
  • Lokasi: Stanford, CA
  • Didirikan: 1885
  • Pendaftaran: 7.034 mahasiswa sarjana, total 16.419 siswa
  • Biaya kuliah: $ 49.617 (2017-18)
  • Penghargaan Bantuan Keuangan Rata-Rata: $ 51.614 (kelas 2020)
  • Tingkat penerimaan: 5%
  • Skor SAT rata-rata: 1520 (baru) / 2220 (lama)
  • menampung 625 kelompok mahasiswa

Tiap tahunnya, tidak kurang dari total 16.419 siswa mendaftar di Universitas ini. Stanford adalah universitas yang cukup besar. Badan mahasiswanya mengandung lebih sedikit mahasiswa pascasarjana daripada mahasiswa sarjana. Sebagian besar siswa tertarik untuk membangun masa depan di bidang-bidang canggih seperti ilmu komputer, bioteknologi, dan teknik.

Terletak di wilayah Lembah Silikon California Utara, dekat kota San Jose, dan sekitar 30 mil dari San Francisco, lingkungan kampus Universitas Stanford adalah salah satu kampus terbesar di Amerika Serikat. Tidak hanya fasilitas universitas, tapi juga termasuk pusat perbelanjaan, perumahan mahasiswa dan fakultas, sebuah danau, dan ruang terbuka yang luas.

dindindonk.com

| dindindonk.com | Stanford Cardinal American football team (gostanford.com)

Kegiatan olahraga

Siswa Stanford berpartisipasi dalam 36 cabang olahraga dan memiliki 32 klub olahraga. Persaingan mereka yang paling terkenal adalah melawan California Golden Bears di UC Berkeley. Tiap tahunnya, pertandingan dilangsungkan antara keduanya. Pemenang membawa pulang piala yang dikenal sebagai “Kapak Stanford”.

Fasilitasnya lengkap lho! Coba deh kamu lihat fasilitas kolam renangnya. Keren banget! Kalau kamu bisa diterima kuliah di sini, dan hobi berenang, bisa ikut merasakan nikmatnya berenang di Stanford Avery Aquatic center yang terletak di dalam lingkungan kampus Universitas Stanford. Berikut potongan salah satu postingan di Instagram dengan tagar #stanford.

 

Siapa yang akan diterima di Stanford?

| dindindonk.com | Suasana lingkungan kampus Universitas Stanford diintip dari udara (snopes.com)

Hanya sekitar 5% pelamar yang diterima setiap tahun. Pada 2016, Stanford adalah universitas paling selektif di Amerika Serikat. Pada 2017, predikat itu jatuh ke Harvard hanya dengan selisih sangat tipis.

Walaupun kamu merasa sebagai calon mahasiswa yang berprestasi, kepastian diterima jika melamar ke Universitas Stanford sangat kecil. Saat mengevaluasi pelamar, Stanford menggunakan pendekatan holistik, atau menyeluruh, yang memperhitungkan banyak aspek berbeda dari kinerja masing-masing pelamar. Sebagian besar pelamar yang berhasil akan memiliki catatan nilai ujian tinggi dan nilai bagus dalam kursus akademik yang “menantang” (baca: sangat sulit). Akan tetapi, angka dan prestasi fantastis pun belum cukup untuk memastikan bahwa kamu adalah pelamar yang akan diterima.

Pihak universitas akan memperhitungkan kemampuan seorang pelamar menggabungkan kemampuan intelektual yang luar biasa dengan rasa antusiasme yang tulus dan kegembiraan tentang belajar dalam mata pelajaran yang disukainya. Selain itu juga ingin melihat bahwa kamu sebagai pelamar memiliki dedikasi dan komitmen yang diperlukan untuk mengubah ide-ide menjadi kenyataan, serta inisiatif untuk menciptakan peluang dan mendekati topik dengan cara baru.

 

Universitas Harvard

| dindindonk.com | Kampus Universitas Harvard (tripadvisor.ie)

Universitas Harvard, sebuah nama dengan jaminan kualitas. Sebuah perguruan tinggi bergengsi. Pengakuan namanya, reputasi, dan sejarah panjang membuatnya terkenal di dunia. Banyak yang hanya bisa bermimpi untuk masuk dan menimba ilmu di sini.

Sekilas fakta
  • Jenis: Universitas Swasta
  • Lokasi: Cambridge, MA
  • Didirikan: 1636
  • Pendaftaran: 6.710 mahasiswa sarjana, 20.324 siswa secara total
  • Biaya kuliah: $ 48.949 (2017-2018)
  • Penghargaan Bantuan Keuangan Rata-Rata: $ 50.562
  • Tingkat Penerimaan: 5,2% (kelas 2021)
  • Skor SAT rata-rata: 2235 (kelas 2020), kira-kira setara dengan 1530 pada SAT baru

Dengan lebih dari 6.700 mahasiswa sarjana dan lebih dari 20.000 siswa sekaligus, Harvard adalah universitas yang cukup besar. Memang besar sih, tapi beberapa kampusnya terpisah dari area kampus utama.

Kota penuh sejarah

Kota tempat bercokolnya Universitas nomor satu di dunia ini juga penuh dengan sejarah perjalanan Amerika Serikat. Cambridge, Massachusetts adalah sebuah kota kecil namun padat. Letaknya tepat di seberang Sungai Charles, Boston. Cukup dekat dengan Kota Boston, dimana kedua kota ini saling berbagi sistem kereta bawah tanah dan banyak fasilitas kota lainnya.

| dindindonk.com | Harvard Lowell House, Cambridge, Massachusetts (bostonusa.com)

Boston dan Cambridge tenggelam dalam sejarah Amerika, dan pengingat Revolusi Amerika ada di mana-mana. Sejumlah besar perguruan tinggi dan universitas di wilayah ini memberinya warisan keunggulan intelektual yang abadi, dengan Harvard sebagai bagian utama dari tradisi itu. Kamu akan menemukan kombinasi manfaat kota besar dan tradisi lokal yang unik, pengabdian yang kuat kepada Red Sox, dan akses mudah ke seluruh Pantai Timur.

Dalam beberapa tahun ke depan, Harvard berencana untuk memperluas fasilitasnya di Boston. Tetapi untuk saat ini, sebagian besar kegiatan sarjana berlangsung di lingkungan Harvard Square di Cambridge.

Jurusan paling populer Harvard terletak di bidang ilmu biologi dan fisika, ilmu sosial, sejarah, dan matematika,

Mahasiswa Harvard datang dan membawa sejumlah besar bakat dan latar belakang yang luar biasa, dan ini tercermin dalam berbagai kegiatan siswa yang tersedia. Para mahasiswa yang menimba ilmu di sini berasal dari seluruh dunia. Mereka berkumpul dengan membawa pengalaman, perspektif, serta keahlian dari sumber yang berbeda-beda. Semuanya menjadi tambahan ilmu antara satu dengan lainnya.

Oh iya, jangan lupakan ikon prestisius di Universitas Harvard, yaitu patung John Harvard. Salah satu tempat ikonik dan tentu saja instagrammable!

 

Siapa yang akan diterima di Harvard?

Walaupun Harvard tidak memiliki IPK minimum atau kisaran skor tes standar, pelamar yang berhasil biasanya memiliki nilai dan skor yang sangat tinggi. Untuk kelas 2020, skor SAT rata-rata gabungan (pada versi tes yang lebih lama) adalah 2235, yang diterjemahkan menjadi sekitar 1530 pada versi SAT terbaru.

Pelamar juga biasanya menunjukkan keterlibatan ekstrakurikuler yang kuat dan telah mengambil kursus yang “menantang” (baca: sangat sulit).

Kalau kamu kepo kepingin tahu tentang kegiatan di Universitas Harvard, coba deh intip keseruannya di instagram dengan tagar #harvard.

 

Hebat Maudy Ayunda! Ternyata Sulit Sekali Lho Bisa Diterima di Dua Tempat Ini…

Hebat ya, di saat generasi muda seusianya masih sibuk dengan hal-hal yang receh alias tidak penting. Maudy Ayunda mampu menorehkan prestasi hebat. Tidak banyak lho yang bisa melakukan itu. Tidak heran tagar #maudyayunda memenuhi lini masa di instagram. Di twitter juga demikian, jadi trending topic (TT) dengan tagar #MaudyAyundaBingungAh sudahlah, kamu ga usah bingung, biar Maudy Ayunda aja. [###]

 

 

error: Content is protected !!