Gaya Hidup

Sebuah Spiritualisme Kritis

Resensi buku

Judul Bilangan Fu
Pengarang Ayu Utami
Sampul Ayu Utami
Tata Sampul Rully Susanto
Cetakan 1 2008, 536 hlm
ISBN 978-979-91-0122-8
Penerbit KPG

Novel ini terbit pertama kali pada 2008. Menurutku, Bilangan Fu adalah sebuah novel hasil karya fenomenal Ayu Utami. Penghargaan Literary Awards Kusala Sastra Khatulistiwa for Prosa pada 2008 sebagai bukti nyata atas buah karya yang luar biasa ini.

Judulnya pun unik. Bilangan Fu. Sekilas, bayangan orang yang membaca judul tersebut langsung mengarah pada suatu hal yang berkaitan dengan matematika. Atau bisa juga orang mengira ada kaitannya dengan sains. Ternyata, setelah masuk ke dalamnya, Bilangan Fu mengangkat tema yang cukup dalam. Tentang pemikiran spiritual kritis. Pemikiran kritis tentang monoteisme di dunia yang modern ini, serta pergulatannya dengan dinamisme serta berbagai kepercayaan lainnya.

dindindonk.com

Bilangan Fu

Latar belakang, lokasi, dan tokoh yang unik

Latar belakang novel berkisar pada berbagai isu yang terjadi pada masa akhir pemerintahan Soeharto hingga naiknya Megawati menjadi Presiden RI. Hal ini turut mengesankan suasana berbau militerisme yang cukup kental pada masa-masa itu.

Tidak cukup sampai di situ, Lokasi pada novel ini berada pada sebuah wilayah di Jawa. Penggambarannya pada sebuah wilayah bukit-bukit karst di kawasan selatan pulau Jawa, yakni Sewugunung. Lokasi ini kental dengan budaya Jawa serta konsep nilainya. Budaya Jawa yang sarat dengan mitos serta mistisme hingga sejarah kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di pulau terpadat penduduknya di Indonesia ini.

Dalam novel ini banyak terjadi diskusi dan perdebatan kritis tentang segala sesuatu berkaitan dengan hal-hal tersebut. Mulai dari spiritualisme, monoteisme, militerisme, serta mitos dan sejarah masa lalu.

Ada tiga tokoh dalam novel ini, yaitu dua pemuda pecinta alam dan pemanjat tebing bernama Sandi Yuda dan Parang Jati. Serta Marja Manjali, pacar Yudha. Romansa cinta segitiga yang mengalir di antara ketiga tokoh tersebut turut membalur novel ini menjadi cerita yang mengasyikkan.

Bilangan Fu, padat dan berisi

Berbagai data serta fakta yang mengalir di dalamnya memperlihatkan kejelian Ayu Utami melakukan riset untuk memperkaya isi novel ini. Harus diakui, Bilangan Fu adalah sebuah novel yang padat dan berat isi.

Awalnya tidak mudah membaca novel ini, karena memang membutuhkan pemikiran untuk mencerna hal-hal yang disampaikan di dalamnya. Namun, begitu memahaminya, aku langsung hanyut. Ayu Utami mengajak kita untuk jujur, berpikiran terbuka serta lebih obyektif dalam menilai dan menentukan suatu hal.

Berbalut kisah persahabatan kedua pemuda dan seorang wanita. Ketiganya terlibat dalam perjalanan mengarungi alam bebas pegunungan. Berbagai debat, diskusi, konflik bahkan pergolakan batin serta romansa terjadi dalam perjalanan tersebut. Pembahasan tentang arti dan makna Bilangan Fu juga dijelaskan oleh Ayu Utami di dalam novel ini. Pembaca perlu menyelaminya agar dapat meresapi makna yang coba disampaikan oleh sang penulis.

Sangat menghibur dan juga memberikan wawasan serta pandangan baru bagi pembacanya. Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai fiksi. Namun, jangan berharap sebuah akhiran yang manis serta sesuai harapan pembacanya. Walau fiksi, novel ini tidak sembarangan, karena tidak menjual mimpi. Tapi lebih pada pandangan ilmiah. Kekayaan fakta dan data membuat pembacanya akan mendapatkan tambahan pengetahuan baru yang tidak diketahui sebelumnya. Terlihat bahwa penulis telah melakukan banyak riset sehingga menguasai data serta latar belakang yang begitu kaya dan mendalam.

Bilangan Fu adalah bagian pertama dari serial yang ditulis oleh Ayu Utami, yaitu Serial Bilangan Fu.  Seri yang sudah terbit sampai saat ini adalah Manjali dan Cakrabirawa, Lalita dan Maya. Rencananya, Serial Bilangan Fu akan terus dibuat sampai berjumlah 12 seri dan membentuk pola Mandala. (dindindonk.com)

error: Content is protected !!